galeri PENGGUNAAN TANDA BACA


1.    Tanda Titik (.)

a. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Contoh:

Ayahku tinggal di Ciamis.

Mamanya Alam.

b. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu daftar.

Contoh:

1.   Isi Karangan .

1.2 Ilustrasi

1.2.1 Gambar

1.2.2 Grafik

1.2.3 Tabel

c. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan yang menunjukkan waktu.

Contoh:

pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)

d. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.

Contoh:

1.35.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)

0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)

0.0.20 jam (20 detik)

e. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka. Contoh:

Kosasih, E. 2002. Panduan Menulis Surat Dinas. Bandung: Yrama Widya.

f. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Contoh:

Kawasan itu berkabupaten 24.200 oranq.

Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.123 jiwa.

Catatan:

  •  Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Contoh:

Ia lahir pada tahun 1973 di Ciamis.

Pembahasan tentang puisi ada pada halaman 301.

Hubungi saja telepon 08121427556.

  • Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, label, dan sebagainya.

Contoh:

Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA (tanpa titik) Daftar Imbuhan dalam Bahasa Indonesia (tanpa titik)

  • Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.

Contoh:

1.    Pengirim

E. Kosasih, M.Pd.

Jalan Sukamaju 14

Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya (tanda titik)

2.    Bandung, 1 September 2006 (tanpa titik)

3.    Kepada

Yth. Drs. Encep Syarief hurdin, M.Pd., M.Si.

Jalan Gegerarum Baru 20, Bandung (tanpa titik)

2.   Tanda Koma ( , )

a. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Contoh:

Saya membeli kertas, pena, dan tinta.

b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang menggunakan kata penghubung tetapi dan melainkan. 

Contoh:

Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Karim.

c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

Contoh:

Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.

Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

d. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi kalimatnya.

Contoh:

Saya tidak akan datang kalau hari hujan.

Karena sibuk ia lupa akan janjinya.

e. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagipula, meskipun begitu, akan tetapi.

Contoh:

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.

Jadi, soalnya tidak semudah itu.

f. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.

Contoh:

O, begitu?

Wah, bagus sekali permainanmu!

Hati-hati, ya, nanti jatuh.

g. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Contoh:

Kata Ibu, “Saya gembira sekali.”

“Saya gembira sekali,” kata Ibu, “karena kamu lulus.”

h. Tanda koma dipakai di antara (1) nama dan alamat, (2) bagian-bagian alamat. (3) tempat dan tanggal, dan (4) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Contoh:

Surat ini ini harap dialamatkan kepada Saudara Syaifulrachman, Kelas

3, SMA Negeri 4 Kota Tasikmalaya.

BapakYogiaS.Meliala, Jalan Permai 28 No. 97-100,Margahayu Permai.

Bandung.

Jakarta, 1 Januari 2006

Medan, Sumatra Utara

i. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.

Contoh:

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 1995. Sosiolinguistik, Fterkenalan

Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Rakhmat, Jalaluddin. 2000. Retorika Modem, Pendekatan Praktis.

Bandung: Rosda Karya.

j. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Contoh:

Drs. Encep Syarief N., M.Pd., M.Si.

Asep Juanda, S.Pd.

k. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Contoh:

12,5m

105,7mm

Rp 1.500,100

l. Tanda koma dipakai untuk mengapit karangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.

Contoh:

Guru saya, Pak Ridwanuddin, pandai sekali.

Di daerah kami, misalnya, masih banyak lelaki yang makan sirih.

Semua siswa, baik laki maupun perempuan, harus mengikuti acara

pengajian nanti sore.

m. Tanda koma dapat dipakai – untuk menghindari salah baca – di belakang “keterangan yang terdapat pada awal kalimat.

Contoh:

Atas bantuan Pak Asep, Juanda mengucapkan terima kasih.

Dalam mengelola kampung, kita perlu kerja sama dengan aparat dari desa.

n. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.

Contoh:

“Kamu sekarang sekolah dimana?” tanya Kakek kepada Agus.

“Tolong kembalikan buku ini ke perpustakaan,”ujar Pak Guru kepada Yani.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s